Asahan_ DetikONE, Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh anggota DPRD Asahan bersama Koalisi LSM GEMMAKO dan PERMASI Asahan di ruangan Komisi B DPRD Asahan berlangsung dengan suasana yang memanas. Akibatnya, Ketua Komisi B Dodi Sayendra dari Partai Golkar mengeluarkan Ketua GEMMAKO Asahan dari ruangan rapat.
Hal ini dikonfirmasi awak media Nusantara Top.co melalui percakapan WhatsApp pada tanggal 11 Maret 2026. Dodi Sayendra menjelaskan, "Bukan Ketua GEMMAKO yang keluar secara mandiri, namun saya (red) meminta agar beliau keluar dari ruang rapat karena tidak menghormati jalannya rapat dan dinilai kurang sopan serta tidak beretika." Ia menambahkan, "Setelah Ketua GEMMAKO dikeluarkan, rapat berjalan lancar."
Sebelumnya sekitar pukul 20.15 WIB, awak media juga menghubungi Ketua GEMMAKO Asahan Dodi Antoni melalui telepon seluler. Beliau mengungkapkan rasa kekecewaan terhadap tindakan Dodi Sayendra. "Sudah tiga kali kami melakukan unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Asahan yang sepi seperti kuburan (diduga tidak ada anggota dewan di dalam), dan tidak mendapatkan pelayanan prima untuk menampung aspirasi kami," ujar Dodi Antoni.
Menurutnya, sekitar sebulan yang lalu pihaknya telah mengajukan permintaan kepada Ketua DPRD Asahan agar dapat menggelar RDP terkait MBG. RDP tersebut akhirnya dilaksanakan oleh Komisi B yang dipimpin Dodi Sayendra pada tanggal 10 Maret 2026.
"Saya kesal karena Ketua Komisi B Dodi Sayendra dari partai Golkar mengusir saya dengan alasan tidak sopan. Dimana tidak sopannya? Silakan buktikan," tegas Ketua GEMMAKO. Beliau menyampaikan bahwa saat itu ia baru saja menyelesaikan bagian pembukaan dan bertanya kepada salah seorang anggota tentang kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang dijawab SPPG Kisaran Barat. Setelah itu, Dodi Sayendra mengatakan, "Bang, jaga sopan dan etika. Kami yang mengatur di sini, jangan begitu saja, lebih sopan sedikit."
Dan menilai pelaksanaan RDP oleh Komisi B DPRD Kabupaten Asahan menjadi percuma dan tidak berguna, mengingat salah satu anggota Komisi B dengan inisial DS menuduhnya melakukan pelanggaran, ungkap dodi
Dan dalam waktu dekat, kita akan menyurati DPW. GOLKAR SUMUT tentang ETIKA seorang Kadee Golkar Asahan yang sesukanya mengusir orang pada saat berlangsungnya RDP, tutup Dodi Antoni
Penulis : Bangun Simorangkir
